cs@berkaos.com (021) 22731400

Perbedaan Garmen, Konveksi dan Tailor

📞 (021) 2273 1400 & WA 087 8800 33233​⁠​

Ibu Eka Puspa

Ruko pasar ceger Blok A1 No.5. Jurangmangu -  Tangsel

 

Konveksi kaos, Garmen dan Tailor.

Apa bedanya?

Apakah dari segi bentuk?

Atau dari sisi lain?

Beberapa orang masih bingung membedakan konveksi kaos, garmen dan tailor. Walaupun pada dasarnya adalah menjahit pakaian, namun ketiganya punya beberapa perbedaan. Diantara perbedaannya adalah dari segi skala produksi, jenis produk yang dihasilkan, serta jumlah produksi dari masing-masing segmen.

Berikut penjabaran dari koveksi kaos, garmen dan tailor yang perlu Anda simak:

Garmen

jasa garmen jakarta

Bicara tentang garmen, tentu yang ada di benak Anda adalah suatu pabrik yang berisi bahan kain berton-ton, ribuan karyawan dengan mesin jahit nya masing-masing, dan sebagainya.

Garmen berbeda dari konveksi kaos dan tailor dari segi jumlah produksi. Pangsa pasar yang mereka incar pun berbeda.Biasanya garmen mensupply barang ke mall, supermarket dan sejenisnya.

Ciri khas dari garmen adalah penerapan metode CMT (Cut, Make, and Trim), yaitu pemisahan pekerjaan pokok dari mulai memotong, menjahit, sampai dengan finishing. Semua pekerjaan pokok itu dikerjakan oleh bagian yang berbeda.

Produk dari garmen pun berbeda dengan konveksi kaos apalagi tailor. Beberapa garmen ada yang fokus mengerjakan satu bagian saja. Misalnya, suatu garmen hanya mengerjakan kaos polos, maka pesanan yang mereka kerjakan hanyalah kaos polos.

Ada juga yang hanya menerima pesanan kemeja, maka produk yang mereka buat hanya kemeja. Biasanya produk garmen jumlahnya ribuan. Makanya produk yang dihasilkan tidak se-eksklusif konveksi kaos dan tailor.

Kebanyakan perusahaan garmen biasanya merintis usaha dari menjadi konveksi terlebih dahulu.

Konveksi Kaos

konveksi kaos tangerang memang memiliki kekuatan yang sangat besar

Berbeda dengan garmen, konveksi kaos juga melakukan proses CMT tapi secara terpadu. Meskipun konveksi kaos sudah bisa memenuhi permintaan dengan skala yang besar (ribuan), tapi konveksi kaos belum melakukan segmentasi pekerjaan.

Hal ini membuat proses controling dan finishing dipantau secara realtime dan di koreksi juga secara langsung. Singkat kata, konveksi kaos terlihat lebih luwes. Mengapa lebih luwes? Ya, karena konveksi kaos bisa menerima pesanan dari kuantiti sedikit sampai ribuan seperti garmen.

Keluwesan ini menjadikan konveksi kaos lebih dapat dikontrol mutunya. Namun kelemahan dari konveksi kaos adalah sistemnya yang kurang tertata serapih garmen. Walhasil, efek negatif seperti pengerjaan telat, perbedaan kesesuaian produk, dan hal lain menjadi ‘lumrah’ di kalangan konveksi kaos.

Tapi kini tak jarang perusahaan konveksi kaos ada yang sudah memenuhi syarat menjadi garmen dan tetap menggunakan nama sebagai konveksi kaos karena keluwesan yang ada pada sistem konveksi kaos.

Tailor

tailor jas swedia

Tailor cenderung ekskusif. Produk yang dihasilkan tailor pun bukan kaos dan pakaian santai lainnya, melainkan pakaian-pakaian formal dan semiformal. Tailor lebih mengutamakan kualitas ketimbang kuantitas.

Pangsa pasar yang mereka kejar pun bukan perusahaan skala besar, apalagi supermarket.

Tailor membuat pesanan benar-benar sesuai dengan keinginan perorangan. Baik ukuran, bahan, dan model dikontrol sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kebutuhan pemesan. Inilah yang membuat tailor membandrol harga dengan cukup tinggi karena mutu dan jaminannya.

Jika konveksi kaos dan konveksi lainnya bisa ber’metamorfosis’ menjadi garmen bila berkembang, maka tailor berbeda. Pengembangan tailor lebih ke arah butik. Konveksi kaos yang berubah menjadi garmen lebih mengejar skala produksi, tapi tailor yang berubah menjadi butik akan lebih mengejar brand dan eksklusifitasnya.

Anda pun jangan heran. Sekarang, tak sedikit butik-butik besar yang produknya bernilai jutaan berawal dari sebuah tailor.

admin

    Your Turn To Talk

    Leave a reply:

    Your email address will not be published.